READ NEXT →
7 Mitos Tentang Menyusui Yang Ibu Harus Ketahui

Ada banyak sekali manfaat menyusui, baik bagi ibu atapun bayi. Salah satu manfaat terpentingnya adalah cara ASI meningkatkan sistem imunitas bayi, dan bantu melindungi bayi dari mikroba penyebab infeksi seperti virus serta bakteri. ASI menawarkan pasukan perlindungan yang sangat hebat dalam melindungi bayi dari infeksi. Selain itu, ASI juga mengandung sel imun yang menetap di dalam tubuh bayi, sehingga memberikan perlindungan imunitas kepada bayi dalam jangka panjang.

Bagaimana ASI Memberikan Imunitas?

Pada saat kehamilan, ibu memberikan antibodi kepada bayi melalui plasenta. Rahim ibu adalah sebuah dunia yang independen dimana didalamnya bayi terlindungi dari infeksi dengan perlindungan dari sistem imunitas tubuh ibu. Namun setelah bayi lahir, bayi membutuhkan perlindungan dari mikroba penyebab infeksi yang ada di dunia luar rahim ibu.

Sistem respon imunitas tubuh anak tidak akan mencapai kekuatan maksimalnya hingga anak berusia lima tahun. Lalu bagaimana jika pemberian ASI bahkan hanya selama beberapa minggu atau bulan dapat membantu? ASI memberikan peningkat imunitas yang sangat bermanfaat selama bayi mengkonsumsi ASI. Kemudian bagaimana saat bayi sudah disapih? Kabar baiknya adalah bahwa efek dari ASI pada sistem imunitas tubuh akan tetap ada seumur hidup seseorang. Hal ini dapat terjadi karena ASI mengandung komponen yang langsung mengarahkan pertumbuhan sistem imunitas anak. Maka jika ibu menyusui bayi, ibu tidak hanya membantu bayi untuk terjaga kesehatannya saat ini, tetapi ibu juga membantu bayi untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat hingga bertahun-tahun ke depan.

Inilah salah satu alasan mengapa ASI menjadi sangat penting. ASI mengandung ribuan komponen yang berbeda sehingga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dengan berbagai cara. Bayi yang mengonsumsi ASI mendapatkan perlindungan ekstra yang berasal dari antibodi, protein lain, serta faktor pelindung lainnya yang terkandung di dalam ASI. Terlebih lagi, ASI segar juga mengandung sel-sel yang bekerja untuk melindungi sistem imunitas bayi. Sel T atau limfosit T bekerja seperti prajurit yang berpatroli dan memusnahkan penyerang. Kemudian sel B yang membuat antibodi untuk melawan patogen untuk memperkuat sistem imunitas.

Apa Saja Panduan untuk Vaksinasi?

Walaupun ASI memberikan perlindungan imunitas yang sangat berarti, manfaat kekebalan dari ASI tetap disarankan untuk ditambah dengan vaksinasi sesuai penyakit tertentu. Maka ibu tetap perlu memberikan vaksin kepada anak sesuai jadwal, sehingga anak dapat terlindung dari beberapa jenis penyakit seiring bertambahnya usia mereka.

Asosiasi Dokter Anak Kanada (The Canadian Paediatric Society) serta Komite Penasihat Nasional tentang Imunisasi (National Advisory Committee on Immunization) di Kanada menyarankan beberapa vaksinasi untuk diberikan pada anak. Di Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia memfokuskan vaksinasi ke dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Imunisasi PPI ini disebut imunisasi wajib, yang terdiri dari vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B dan campak. Imunisasi wajib ini disubsidi oleh pemerintah Indonesia.

Dalam perkembangannya, bermunculan penyakit lain yang juga potensial membahayakan manusia. Sebagian di antaranya telah berhasil diproduksi vaksinnya, seperti HiB (Haemophilus influenza type B), MMR (Measles, Mumps, Rubella), tifus, Hepatitis A, PCV (Pneumococcal), HPV (Human Papillomavirus), dll. Lalu apakah anak hanya perlu diberikan vaksinasi wajib atau juga untuk penyakit lain? Imunisasi wajib adalah vaksin minimal yang harus didapat anak. Sedang tambahannya, bila mampu, baik sekali jika juga diberikan pada anak.

ASI bisa jadi adalah cairan yang paling misterius dan kuat di planet bumi! ASI didesain untuk dapat melindungi bayi dari bakteri dan virus, serta memiliki kekuatan super yang memberikan bayi permulaan terbaik dalam hidupnya. Dengan memberi ASI langsung atau dari botol, ibu memberikan hadiah terbaik di dunia kepada anak dan memudahkan anak untuk tumbuh kuat dan tangguh.

Apakah pemikiran ibu tentang hal tersebut? Apakah ibu mengetahui tentang kemampuan ASI dalam perlindungan imunitas? Yuk ceritakan ke kami di Facebook Page Medela Indonesia!