READ NEXT →
Fakta Menyusui: Bagaimana ASI Berbeda dari Makanan Biasa

Menjadi ibu menyusui sambil bekerja tentunya menjadi tantangan tersendiri.Ibu harus pandai-pandai membagi waktu antara pekerjaan, urusan rumah, dan kewajiban memberikan ASI sebagai hak si kecil. Saya dulu gagal menyusui langsung anak pertama saya dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang manajemen ASI yang baik. Maka dari itu, saya pun mencoba metode EPING – atau exclusive pumping – yaitu metode memberikan ASI dengan cara memerah ASI tanpa menyusui bayi secara langsung.

Berbekal pengalaman di atas maka saya bertekad bisa sukses direct breastfeeding atau menyusui langsung setelah melahirkan anak kedua sekaligus sukses memberikan ASI selama minimal dua tahun walaupun saya bekerja.

Mencari Informasi dan Tenaga Kesehatan Pro ASI

Yang pertama saya lakukan adalah mencari informasi sebanyak banyaknya mengenai manajemen ASI yang baik dan benar. Info bisa didapatkan dari internet dengan sumber sumber yang valid atau bisa bergabung dengan support grup yang mendukung pemberian ASI.

Saya pun juga menemui tenaga kesehatan yang pro ASI untuk berdiskusi berbagai hal agar bayi saya nanti bisa menyusu secara langsung. Dan disepakatilah bahwa sesaat setelah melahirkan maka dilakukan tindakan IMD atau Inisiasi Menyusu Dini yaitu bayi diletakkan di dada ibunya untuk mencari puting susu. IMD sangat esensial dilakukan untuk kesuksesan menyusui langsung. Jadi ingat, dulu bahkan saya tidak pulang ke rumah sampai saya sukses menyusui langsung.

Dukungan Keluarga Sangatlah Penting

Sejak masa kehamilan, selalu ingatkan suami dan keluarga besar bahwa nantinya bayi hanya akan meminum ASI selama 6 bulan. Dilanjutkan dengan MPASI setelah masa eksklusif selesai. ASI pun sebaiknya dilanjutkan sampai usia anak minimal 2 tahun. Minta lah dukungan dan pengertian keluarga akan hal tersebut untuk menghindari pertikaian di kemudian hari. Untuk para keluarga, hindari penggunaan kata yang dapat membuat ibu kecil hati.

Menyusui Bayi Setiap 2 Jam

Sejatinya bayi dalam keadaan normal mempunyai cadangan makanan selama tiga hari sehingga jika ASI masihbelum lancar di awal kelahiran itu wajar. Namun jika ASI sudah dapat keluar, selalu susukan ke bayi per 2 jam sekali untuk merangsang produksi ASI. Jangan terburu putus asa dan menyerah untuk langsung menggantikan ASI dengan nutrisi pengganti lainnya. Jika ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan nutrisi tambahan dari luar, tentunya tidak menjadi masalah selama direkomendasi dan dalam pengawasan dokter.

Mulai Memompa ASI Saat Berhalangan

Jika ibu sudah sukses menyusui langsung maka silahkan mulai memompa ASI, untuk ibu bekerja sebaiknya minimal 2 minggu sebelum masuk kerja sudah harus mulai stok ASI. Saat awal kelahiran, fokuskan untuk mencari posisi menyusui yang nyaman untuk ibu dan bayi. Baru dapat dilanjutkan dengan memompa ASI jika diperlukan. Jika bayi sangat sering menyusu, maka susuilah bayi di payudara sebelah kanan sementara sebelah kiri diperah secara bersamaan dan sebaliknya.

Menyimpan ASI Perah

ASI perah dapat bertahan di beberapa suhu tertentu. Berikut adalah penjabarannya:

  1. Suhu ruangan (16-25°C): Bertahan hingga 4 jam
  2. Suhu kulkas chiller(4°C atau lebih dingin): Bertahan hingga 3 hari
  3. Suhu kulkas freezer (-18°C atau lebih dingin): Bertahan hingga 6 bulan

Untuk penyimpanan ASI perah bagi bayi prematur, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional terpercaya.

Menyajikan ASI Perah

Urutan ASI dengan kualitas terbaik adalah:

  1. Menyusui langsung
  2. ASI perah segar
  3. ASI perah dalam chiller
  4. ASI perah dalam freezer

Jika memungkinkan, gunakan selalu ASI perah segar untuk menjaga kualitas gizinya. Lakukan juga pengeluaran ASI dengan metode LIFO (Last In First Out) – atau ASI yang terakhir dimasukkan adalah yang digunakan terlebih dahulu.

Jika terpaksa mengeluarkan ASI perah di dalam freezer, maka turunkan dulu ke chiller selama 24 jam hingga cair sempurna. Lanjutkan dengan menghangatkan di milk warmer atau rendam botol di air hangat.

Jadwal Memompa ASI untuk Ibu Bekerja

Pastikan pengosongan payudara dilakukan per 2-3 jam sekali sewaktu bekerja atau jauh dari bayi untuk menjaga supply ASI tetap stabil. Menurut pandangan saya selama ini, beberapa ibu bekerja yang mengeluh ASI nya tidak lancar hampir dapat dipastikan ia tidak konsisten memerah ASI dengan teratur.

  1. Susui bayi langsung sampai kenyang sebelum berangkat bekerja
  2. Pompa ASI di tempat kerja disesuaikan 2 hingga 3 jam sekali
  3. Sampai rumah, susui langsung hingga bayi kenyang
  4. Pompa ASI jika bayi sudah kenyang / tidak ingin minum ASI saat itu, dan jika sudah saatnya menyusu namun bayi masih tertidur.

Regulasi yang Mengatur Hak Ibu Menyusui

Sekarang semakin banyak perusahaan yang mempunyai ruang laktasi untuk para karyawannya yang menyusui dan harus memerah ASI.  Berikut beberapa regulasi yang mengatur hak hak ibu menyusui yang bekerja :

  1. Pasal 83 Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan
    "Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja”
  2. Pasal 128 UU Kesehatan:
    (2) selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus (3) penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum
  3. Pasal 2 Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/ PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja

Memilih Pompa ASI

Pompa ASI tidak boleh sembarang pilih – harus yang sudah berdasarkan riset dan telah diuji secara klinis seperti pompa ASI Medela. Selain itu, pastikan pompa ASI sudah BPA Free dan aman dipakai serta bisa disterilkan. Pemilihan pompa manual atau elektrik silahkan disesuaikan dengan padatnya pekerjaan masing-masing.

Jika ibu memiliki jadwal pekerjaan atau rutinitas padat, pompa ASI Medela Swing Maxi (elektrik) double pump dapat menjadi solusi tepat. Selain 2-phase Technology yang dimiliki Medela meniru hisapan bayi agar ASI terstimulasi lebih, doule pump dengan Medela membuat produk ASI lebih banyak dan lebih cepat diperah. Sepengalaman saya, memompa dengan Medela lebih cepat mengosongkan, nyaman, dan hisapannya tidak sakit. Jika ibu tidak ingin repot-repot memegang pompa, bisa padukan dengan handsfree bra Medela.

Untuk ibu dengan jadwal lebih fleksibel atau sering dekat dengan bayi, memompa dengan Medela Harmony manual juga bisa menjadi pilihan. Selain harganya yang murah, Medela Harmony adalah satu-satunya pompa manual dengan 2-phase technology!

Harus diingat bahwa ketersediaan sparepart sangat penting dalam memilih pompa ASI. Jangan hanya tergiur harga murah saja. Jika membran, mesin, atau valve pompa rusak dan tidak ada spare part penggantinya, sama saja harus membeli pompa baru.

Asupan Makanan dan Minuman Bergizi

Ibu menyusui yang bekerja butuh tenaga ekstra, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah yang bergizi dan kandungan nutrisi yang tinggi. Perhatikan juga dengan asupan kalori yang dimakan, karena memompa ASI membutuhkan banyak kalori yang akan diambil oleh ASI. Jika ibu tidak memperhatikan asupan makanan, ASI yang diproduksi tetap lah berkualitas. Namun nanti ibu akan jadi gampang lemas, sakit, dan berakhir pada produksi ASI turun jika tubuh tidak fit.

Pada dasarnya, tidak ada pantangan makanan dan minuman khusus bagi ibu. Terkecuali jika bayi mempunyai alergi tertentu. Jadi makan apa saja asal sehat dan membaut hati bahagia. Jika ada pertanyaan atau masalah seputar asupan makanan untuk ibu, konsultasikan ke dokter dan tenaga medis profesional.

Peralatan Pendukung Ibu Menyusui Saat di Kantor

Memompa di kantor pada awal-awal kelahiran terkadang membuat ibu tidak percaya diri. Dari takut dilirik teman sejawat saat memompa, takut berisik, atau khawatir menjadi bahan omongan di kantor. Tenang saja, semua itu dapat diatasi dan dibicarakan dengan baik-baik. Yang penting ibu membawa peralatan pendukung agar aktivitas memerah ASI dapat selalu berjalan di tengah kesibukan. Berikut adalah alat-alatnya:

  • Pompa ASI Medela
  • Cooler Bag dan Ice Gel
  • Wadah penyimpan ASI perah
  • Apron

Memang sukses ASI 2 tahun bukanlah hal yang mudah, namun sebenarnya bisa dipenuhi jika ibu memiliki tekad yang kuat! Punya pengalaman seputar menyusui si kecil selama 2 tahun? Yuk share di Facebook Page Medela!

Wahyu Prasetiawati, seorang ibu dengan 2 orang Balita, mengambil gelar S1 di jurusan Teknologi Pangan. Saat ini bekerja dan aktif di dunia sharing online seputar Ibu Menyusui. Wahtu dapat ditemui lewat akun Instagram @wahyu_prasetiawati,