READ NEXT →
Fakta Menyusui: Bagaimana ASI Berbeda dari Makanan Biasa

Menyusui adalah sebuah petualangan! Ibu menyusui baru mungkin sering mendengar bahwa menyusui adalah hal yang paling alami di dunia ini dan menjadi cara terbaik untuk memberi anak mereka nutrisi yang dibutuhkan untuk berkembang. Namun disisi lain, ibu yang baru pertama kali menyusui merasa bahwa menyusui memerlukan keterampilan dibanding naluri. Mereka bahkan mungkin khawatir tentang apakah mereka melakukannya dengan benar atau apakah pengalaman mereka tergolong normal. Dengan ribuan opini di luar sana, kemana kah ibu harus meminta pertolongan?

Salah satu opsi adalah bergantung pada sumber informasi yang memiliki reputasi, seperti blog Medela Indonesia ini. Kami baru saja menulis tentang lokasi-lokasi pendukung menyusui yang dapat ibu kunjungi di Indonesia, dan berkunjung kesana merupakan suatu langkah baik untuk memulai. Tujuan kami dari blog ini adalah untuk menghilangkan ketidakjelasan pengalaman menyusui dan memberikan informasi yang dibutuhkan ibu menyusui pemula agar mereka memiliki pengalaman menyusui yang positif.

Opsi lain adalah berbicara dengan perempuan lain yang sudah memiliki pengalaman menyusui. Untunglah, kita di Medela mendengar pengalaman dari ratusan ibu. Jadi untuk menghemat sedikit waktu ibu, mari kita baca beberapa saran dari mereka. Berikut adalah 10 saran yang ibu menyusui pemula harapkan mereka ketahui sebelumnya.

Ada Lebih dari Satu Posisi untuk Menyusui

Banyak majalah dan publikasi lainnya memiliki kecenderungan untuk menunjukkan ibu menyusui dengan posisi menggendong bayi miring sejajar dada ibu. Sebenarnya, ini bukanlah satu-satunya cara untuk menyusui, sama sekali tidak lho! Banyak perempuan yang terkejut ketika mengetahui bahwa bayi mereka lebih memilih posisi lain. Sedangkan ibu lainnya merasa payudara mereka terasa lebih nyaman ketika bayi menyusu dengan posisi dan sudut tertentu.

Setiap pasangan ibu dan bayi itu berbeda, maka bersiaplah untuk belajar bersama-sama. Ingatlah, tidak ada peraturan yang berhubungan dengan menemukan posisi yang cocok untuk ibu. Sangatlah normal untuk menyusui sambil berbaring, dengan atau tanpa bantal. Untuk membantu ibu dalam perjalanan menyusui, kami sudah menyiapkan sebuah artikel tentang berbagai posisi menyusui yang umum. Sama seperti kegiatan lainnya, menyusui juga membutuhkan latihan. Namun ketika ibu sudah fasih menjalankannya, ibu akan merasakan kegiatan ini sebagai sebuah pertukaran yang mengagumkan antara ibu dan bayi.

Meminta Bantuan Itu Tidak Apa-Apa

Banyak perempuan yang mengatakan andaikan mereka lebih awal meminta bantuan tentang menyusui. Penting untuk ibu ingat bahwa ibu tidaklah sendirian! Jika sesuatu terasa tidak benar atau ibu memiliki kekhawatiran tentang pengalaman menyusui, bicaralah pada praktisi kesehatan seperti konsultan laktasi, sekarang juga. Konsultan laktasi adalah praktisi yang tersertifikasi untuk membantu perempuan memiliki pengalaman menyusui yang sukses.

Dokter atau bidan langganan ibu juga dapat menjadi sumber informasi yang berharga. Namun ingatlah bahwa bukan salah ibu jika ibu mengalami tantangan menyusui. Lebih seringnya, masalah menyusui biasanya disebabkan oleh bayi dan bukan produksi ASI ibu atau teknik menyusui.

Terdapat Berbagai Cara Untuk Menangani Produksi ASI Berlebih

Ibu menyusui yang memproduksi ASI berlebih sering berasumsi bahwa mereka tak bisa melakukan apapun untuk mencegahnya. Bahkan mereka mungkin saja berpikir bahwa lebih banyak itu lebih baik. Pada akhirnya, bagus juga kan kalau produksi ASI banyak? Sebenarnya, produksi ASI yang terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai masalah untuk ibu menyusui pemula. Jika ibu memiliki produksi ASI yang terlalu aktif, ibu bisa saja beresiko untuk payudara terlalu penuh hingga terasa bengkak, saluran ASI tersumbat atau mastitis. Pada permulaan masa menyusui, tubuh ibu mengetahui bahwa bayi sudah lahir tapi tidak mengetahui nafsu minum ASI dari bayi. Maka hampir semua ibu memiliki produksi ASI yang agak berlebihan saat awal-awal setelah kelahiran. Seiring berjalannya waktu, produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi. Jika seorang ibu masih merasakan produksi ASI yang berlebih setelah bayi berumur dua bulan, maka ibu perlu berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Berinvestasilah Pada Pompa ASI Berkualitas Baik

Jika ibu akan menggunakan pompa ASI sebagai bagian dari rutinitas memberikan ASI, ingatlah bahwa pompa ASI ini harus dapat bertahan lama. Ibu setidaknya membutuhkan pompa ASI yang dapat bertahan selama dua tahun atau lebih, tergantung dari jumlah rencana anak dan jadwal ibu. Sebagai hasilnya, banyak ibu menyusui yang melihat ke kejadian lalu dan berpikir “Andai aku membeli pompa ASI yang lebih baik”.

Janganlah tergesa-gesa dalam memilih pompa ASI yang sesuai dengan gaya hidup serta kebutuhan pribadi ibu. Sebagai contoh, ibu kemungkinan butuh pompa ASI yang dapat dibawa-bawa dan suara yang hening, jika ibu akan kembali bekerja. Jika ibu akan mempompa ASI dengan sering sekali, mungkin ibu perlu mempertimbangkan pompa ASI ganda. Jika bepergian adalah bagian besar dari hidup ibu, ibu kemungkinan besar membutuhkan pompa ASI yang ringan sehingga dapat dibawa.

Memiliki pompa ASI yang tepat sebetulnya memberikan manfaat lebih dari sekedar kemudahan menjaga jumlah produksi ASI ibu. Namun juga memberikan kemudahan kepada suami ibu untuk terlibat dalam pemberian ASI, bahkan dapat memberikan kesempatan kepada ibu untuk tetap bepergian sambil menyusui.

Menyusui Bisa Menjadi Sedikit Tidak Nyaman Pada Awalnya

Banyak ibu yang terkejut ketika mengetahui bahwa menyusui tidak semudah yang dikatakan. Faktanya, menyusui dapat menjadi tidak nyaman hingga ibu mulai terbiasa. Banyak wanita mengatakan bahwa mereka berharap telah mengetahui tentang periode penyesuaian. Terutama penyesuaian pada puting yang kini dihisap terus menerus oleh bayi, bahkan dengan cukup agresif!

Jika ibu sudah mengetahui tentang kondisi yang akan dihadapi, ibu akan mendapatkan pengalaman yang lebih mudah melewati ketidaknyamanan di awal dan membantu bayi untuk berhasil melekat dengan sempurna pada payudara. Kabar baiknya adalah tubuh ibu akan menyesuaikan dengan menyusui dalam 2-3 minggu.

Sementara itu, salah satu cara untuk menangani ketidaknyamanan saat awal-awal menyusui adalah dengan menggunakan Medela Purelan setiap habis menyusui. Pelembap anti inflamasi yang hypoallergenic ini membantu meringankan dan menyembuhkan puting ibu setelah menyusui. Pelembap ini juga aman untuk bayi, sehingga ibu tidak perlu khawatir harus menghapusnya sebelum sesi menyusui selanjutnya atau memompa ASI.

Jika ibu masih merasakan sakit atau puting yang nyeri setelah 2-3 minggu pertama, bicaralah pada konsultan laktasi atau dokter kepercayaan ibu. Mereka mungkin akan menyarankan ibu untuk memompa ASI dan istirahat dari menyusui langsung secara sementara sehingga puting ibu memiliki cukup waktu untuk dapat sembuh.

Menyusui adalah Pekerjaan Yang Berat

IPada awal-awal kehidupan, bayi ingin menyusu secara sering dan hampir tidak memiliki pemahaman akan kebutuhan kita untuk tidur. Artinya menyusui dapat menjadi pekerjaan 24 jam non-stop yang memiliki waktu dan durasi menyusui variatif. Hasil riset mengemukakan bahwa bayi dapat menyusu antara 4 hingga 13 kali per hari, dengan rentang durasi dari 12 hingga 67 menit. Banyak perempuan yang kaget akan sikap kelaparan bayi mereka untuk ASI.

Jangan Biarkan “Let-Down” Bikin Ibu Down

Salah satu efek samping dari menyusui adalah “let-down” - refleks kuat mendadak yang melepaskan ASI. Refleks penting ini membantu ibu dalam menyusui bayi, namun reflek ini juga dapat membuat ASI merembes ke baju, kadang di waktu-waktu yang tidak menguntungkan.

Cara terbaik dalam menangani ASI yang merembes adalah menggunakan breast pad. Medela Breast Pads dapat melindungi pakaian ibu dari oleh ASI dan akan membantu menjaga baju dari bau susu asam yang menumpuk waktu ke waktu. Yang penting adalah menggantinya setelah setiap sesi menyusui dan memompa ASI karena hal ini juga dapat membantu menjaga kesehatan payudara. Selain itu, ibu janganlah kaget jika tiba-tiba terjadi let-down saat ibu mendengar suara tangisan bayi lain atau ketika ibu memikirkan bayi ibu. Ini adalah bagian normal dari proses let-down.

Ibu Mungkin Merasa Lapar Terus

Banyak perempuan yang kaget akan betapa laparnya mereka setelah sesi menyusui. Sebenarnya ini tidak mengherankan, karena produksi ASI mengkonsumsi sekitar 500 kalori per hari. Untuk memenuhi rasa lapar ibu, bawalah makanan ringan dan minuman (dengan termos atau gelas tertutup) ke ruang menyusui bersama ibu. Hal ini akan memberikan ibu sedikit camilan ketika menyusui di malam hari. Selain itu, menciptakan pola makan yang sehat juga sangat penting ketika menyusui. Gunakan kesempatan ini untuk menjadi lebih kuat sementara tubuh ibu memberi dorongan pembakaran kalori alami.

Menyusui Seharusnya Menyenangkan

Banyak yang bilang menyusui adalah tantangan, tapi mereka lupa kalau menyusui itu juga menyenangkan! Faktanya banyak perempuan berpikir andaikan mereka sudah mengetahui dari awal bahwa menyusui dapat menjadi pengalaman yang membahagiakan ketika ibu sudah mulai terbiasa. Janganlah merasa menyusui telah membatasi kehidupan ibu. Keluar lah dari rumah secara rutin untuk menikmati alam, dan bertemulah dengan teman-teman untuk memperbarui dan memberi energi baru pada diri ibu. Selagi menyusui, ibu juga dapat tetap terlibat dengan dunia luar dan menjadi produktif. Bagi banyak ibu yang sudah terbiasa menyusui, mereka merasa cukup mudah untuk mengirim surel, membuka Facebook, membaca buku, menulis, melakukan kerajinan tangan, menelpon, mendengarkan musik, bernyanyi, atau bahkan menari dengan bayi! Yang perlu digaris bawahi adalah ibu dapat tetap memiliki hidup yang seru, aktif, dan utuh sebagai ibu yang menyusui.

Bayi Mengetahui yang Terbaik

Bayi mungkin tidak dapat melakukan banyak hal pada awal kehidupan mereka, namun mereka sudah mengetahui banyak tentang menyusu secara naluri. Bagaimanapun juga, inilah yang bayi telah lakukan selama beribu tahun dan mereka melakukannya dengan sangat baik! Banyak ibu yang cukup kaget bahwa bayi memiliki insting menyusu dimana mereka langsung mencari puting ibu dan langsung meminum ASI. Walaupun bayi ibu mungkin terlihat tidak meminum cukup atau terlalu banyak ASI, kemungkinan besar bayi ibu sudah mendapatkan jumlah ASI yang persis sesuai kebutuhan mereka untuk tumbuh sehat dan kuat.

Apakah ibu menyusui untuk pertama kali? Seperti apa pengalaman ibu sejauh ini? Apakah ibu menyusui anak pertama atau anak kedua? Saran apa yang dapat ibu berikan kepada anggota lain dari komunitas kita? Yuk ceritakan ke kami di Facebook Page Medela Indonesia!