READ NEXT →
7 Mitos Konyol Tentang Menyusui Yang Ibu Harus Ketahui!

Disaat ibu mulai terbiasa dengan memerah ASI, memompa ASI memiliki peranan penting dalam rutinitas sehari-hari. Bahkan terkadang juga mempermudah ibu untuk memberi ASI pada buah hati. Namun beberapa ibu butuh kembali bekerja, berbagi tugas memberi ASI di malam hari, atau terkadang hanya ingin rehat sejenak dari menyusui langsung. Ibu pun membutuhkan ilmu manajemen ASI untuk menanganinya.

Ingatlah bahwa menyimpan ASI dengan cara yang benar itu amatlah penting agar ibu dapat mempertahankan nutrisi dan kandungan peningkat imunitas untuk bayi. ASI sebenarnya sudah memiliki kandungan anti bakteri yang membantunya dapat bertahan dengan baik. Ibu hanya perlu menyimpan, membekukan, dan menghangatkan kembali dengan benar.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengemas, membekukan, menyimpan dan mencairkan ASI untuk dapat diberikan kepada bayi sebagai sumber nutrisi dan imunitas yang efisien, bahkan disaat ibu tidak bersama bayi untuk menyusui langsung:

Perlengkapan Yang Dibutuhkan:

  • Sebuah pompa ASI yang sesuai dengan kebutuhan ibu
  • Freezer dengan ukuran yang cukup besar
  • Botol/plastik penyimpan ASI –ibu dapat memilih dari 2 opsi yang ditawarkan oleh Medela:
    • Botol ASI Medela:: dibuat dengan plastik polypropylene yang bebas BPA dan aman untuk bayi. Botol ASI Medela didesain khusus untuk menyimpan dan melindungi ASI pada setiap tahap pendinginan, pembekuan, dan penghangatan kembali. Botol ini bantu menjaga kandungan nutrisi dari ASI yang begitu rumit dan sangat baik dalam mendukung kehidupan.
    • Kantong ASI Medela / Pump and Save:: jika ibu tidak memilih botol untuk menyimpan ASI, ibu dapat menggunakan kantong ASI untuk lebih menghemat tempat di freezer. Kantong Pump and Save dari Medela menggunakan lebih sedikit ruang disbanding botol ASI, dan ibu juga dapat memerah ASI langsung ke dalam kantong untuk mengurangi jumlah ASI yang terbuang. Kantong ini dapat langsung digunakan dan dibuat dengan membran ganda untuk menjaga dan melindungi manfaat nutrisi ASI saat pembekuan, pendinginan, dan proses penghangatan.

Menyimpan ASI

Medela memberikan panduan lengkap untuk menyimpan ASI pada suhu ruangan, di dalam kulkas, atau di dalam freezer. Tipsnya termasuk

  • Cucilah tangan sebelum memegang botol dan kantong ASI, dan hindari menyentuh bagian dalam botol dan tutup
  • Perahlah ASI ke dalam botol dan kantong ASI yang bersih. Jika ibu menggunakan kantong Pump and Save dari Medela, selalu gunakan kantong yang baru untuk setiap sesi memompa.
  • Untuk menghindari ASI terbuang, simpanlah ASI dalam porsi kecil yaitu antara 60-120 ml ASI ke dalam botol atau kantong ASI. Jumlah tersebut kurang lebih adalah jumlah ASI yang bayi akan minum dalam sekali pemberian.
  • Isi hanya ¾ dari botol atau kantong ASI karena ASI akan mengembang jika didinginkan.
  • Keluarkan udara dari atas kantong ASI sebelum menutupnya. Penggunaan plastik pelapis botol bayi atau disposable bottle liners tidak disarankan karena resiko kontaminasi menjadi lebih besar.
  • Tuliskan tanggal pemerahan pada botol atau kantong ASI.
  • Tuliskan juga nama bayi jika ia anggota daycare atau tempat penitipan bayi.

Pembekuan ASI

ASI dapat dibekukan dan disimpan dengan aman hingga 1 tahun, namun memerlukan penanganan khusus:

  • Bekukan ASI dalam porsi kecil yaitu 60-120 ml setiap botol atau kantong ASI, sehingga lebih cepat dicairkan dan paling sesuai dengan porsi bayi ketika meminum ASI.
  • Isi botol atau kantong ASI hingga ¾ saja karena ASI membutuhkan ruang agar cairannya mengembang, dan jangan isi kantong ASI hingga lebih dari 150 ml.
  • Dinginkan ASI di kulkas sebelum memasukkannya ke dalam freezer, dan jangan bekukan ulang ASI jika sudah dicairkan.
  • Jika ibu ingin mendinginkan ASI untuk beberapa hari atau membekukannya, gunakanlah tutup yang kuat dan tutuplah botol dengan rapat.
  • Posisikan ASI pada bagian belakang dan bawah kompartemen freezer. Jangan posisikan ASI pada pintu freezer karena temperaturnya cenderung tidak konsisten.

Kebutuhan bayi berubah dengan seiringnya pertumbuhan, maka ASI selalu berubah dan kompisisinya mengikuti umur sang bayi. Maka gunakanlah ASI beku dalam waktu jangka 3 bulan sehingga dapat bermanfaat untuk pertumbuhan yang dihadapi bayi saat itu.

Mencairkan ASI

Mencairkan ASI beku membutuhkan perhatian seksama dan mengikuti setiap langkah prosesnya, karena ibu harus memastikan ASI dalam suhu yang pas untuk dapat dikonsumsi bayi:

  • Mencairkan dengan air mengalir: Posisikan ASI beku yang masih dalam botol atau kantong ASI tertutup di dalam sebuah mangkuk berisi air, atau taruhlah botol atau kantong ASI dibawah keran yang mengucur. Ibu dapat menggunakan metode ini untuk mencairkan ASI beku sampai menjadi cair kembali namun tetap bersuhu dingin. Lalu keringkan botol atau kantong ASI dengan handuk, dan masukkan kembali ke dalam kulkas hingga siap dikonsumsi bayi (Kucurkan botol atau kantong ASI tersebut dibawah keran air hangat sesaat sebelum diberikan kepada bayi namun pastikan suhu air tidak lebih dari 37°C).
  • Mencairkan di dalam kulkas: Pindahkan ASI beku dari freezer ke bagian utama kulkas pendingin dan biarkan semalaman. Setelah mencair keesokan harinya, kocok botol atau kantong ASI secara perlahan dengan arah berputar untuk menyampurkan kembali lemak yang mungkin terpisah.
  • ASI yang sudah berada pada suhu kulkas dapat diberikan langsung kepada bayi, atau disimpan di dalam kulkas hanya untuk 24 jam.
  • Ibu juga dapat menggunakan ASI cair diluar rumah, misalnya saat liburan atau perlu membawa ASI ke tempat lain. Caranya yaitu dengan membawa ASI di dalam tas pendingin atau cooler bag yang berisi gel beku atau ice gel untuk menjaga ASI tetap dingin.

Tips Keamanan Untuk Mencairkan dan Menghangatkan Kembali ASI:

  • Jangan pernah menggunakan microwave atau air mendidih untuk mencairkan dan menghangatkan ASI. Suhu yang tinggi dapat merusak nutrisi esensial yang ada di dalam ASI. Selain itu microwave dapat menjadikan panas yang tidak rata pada ASI dan menciptakan titik-titik panas yang mungkin dapat membuat lidah bayi terbakar.
  • Jangan biarkan ASI yang sudah mencair dibiarkan pada suhu ruangan.
  • Jangan dinginkan ASI yang sudah dihangatkan. ASI yang tidak habis diminum bayi juga perlu langsung dibuang.

Disaat ibu sudah memahami ritme menyusui, ibu akan menyadari bahwa gaya hidup yang lebih santai ternyata sangat mungkin dengan memiliki persediaan ASI segar yang cukup. Hal itu membuat ibu mempunyai lebih banyak waktu untuk bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan lainnya bersama bayi dan anak-anak lain. Ibu bahkan bisa tetap bersantai sambil minum secangkir kopi selagi masih panas!

Apakah ibu membekukan dan mencairkan ASI untuk bayi? Metode apa yang ibu rasa paling cocok dalam menyimpan dan membekukan ASI? Yuk ceritakan ke kami via Facebook Medela Indonesia!